APA YANG TERJADI DI JKT48 SPECIAL CONCERT FULL HOUSE?
Pada tanggal 26 Juli 2025, di Istora Senayan, Jakarta, JKT48 menggelar konser “FULL HOUSE – JKT48 & Friends on One Stage”. Yang membuat konser ini sangat berbeda adalah: tidak ada sesi encore di akhir konser — sesuatu yang sangat tidak biasa dalam konser idol seperti JKT48. Selain itu, ada protes tertahan dari fans yang memuncak dalam suasana sunyi/boos saat seharusnya encore berlangsung.
MENGAPA TIDAK ADA ENCORE DAN FANS TIDAK MELAKUKAN ITU?
1. Fans Menyampaikan Protes Terhadap Manajemen.
Fans menuding bahwa manajemen JKT48 Operation Team (JOT) menjalankan operasional grup dengan orientasi komersial yang berlebihan dan kurang transparan.
Ada kasus yang memicu kemarahan fans, termasuk foto yang dianggap tidak pantas berkaitan dengan general manager Fritz Fernandez.
Sebelum konser, komunitas fans besar seperti Alliance Regional dan ONE Alliance 48 dikabarkan sudah merencanakan tindakan protes berupa “silent treatment” (tidak meneriakkan encore) sebagai bentuk ketidakpuasan.
Pertama kali dalam sejarah grup besar (JKT48) konser utama berakhir tanpa encore, dan menyebut bahwa tujuan aksi itu adalah “mendengar suara fans terhadap manajemen”.
2. Encore Sebagai Simbol Hubungan Antara Fans Dan Grup.
Dalam konser idol, sesi encore biasanya menjadi momen akhir yang emosional: fans meneriakkan “Encore! Encore!”, artis kembali ke panggung, memberi penutup dan rasa terima kasih.
Dengan tidak ada encore, moment “closure” itu hilang, dan fans memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa ada yang “tidak beres”. Misalnya: artikel menyebut:
“For the first time in 14 years, a beloved girl group left the stage without performing their encore…”
3. Insiden Khusus Yang Viral
Haruka Nakagawa, mantan anggota JKT48, hadir dan mencoba memimpin chant “Encore!” namun ternyata audiens tidak merespons, malah beberapa boo.
Momen itu tertangkap kamera dan menjadi viral — Haruka terlihat emosional dan menangis akibat situasi tersebut.
Dampak dan reaksi
Media menyoroti bahwa ini menjadi polemik besar bagi JKT48: “Konser pertama JKT48 tanpa encore” yang memunculkan pertanyaan serius terhadap kondisi internal grup dan manajemennya.
Fans di media sosial menyampaikan poster protes, kritik terbuka terhadap manajemen, dan pernyataan bahwa mereka hanya “ditarik untuk uang”.
Bagi para anggota grup sendiri, kejadian ini bisa sangat emosional. Mengingat biasanya encore adalah bagian penting dari konser mereka (sebagai penutup dan penghargaan terhadap fans).








